Last modified:

Ridwan Kamil Meresmikan Terminal Parkir Elektronik di Kota Bandung

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan meluncurkan sistem pembayaran elektronik berbasis uang elektronik Multi Issuer pada Terminal Parkir Elektronik (TPE). Sistem pembayaran di TPE atau biasa disebut mesin e-parkir tepi jalan ini sudah terlebih dahulu dioperasikan di ruas-ruas jalan Kota Bandung sejak tanggal 14 Juli 2017. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil (Kang Emil) di Jalan Braga Pendek, Bandung.

Saat ini terdapat 445 mesin parkir di 60 ruas jalan yang tersebar di wilayah Kota Bandung. Masyarakat bisa membayar parkir dengan menggunakan uang elektronik melalui mesin parkir tersebut. Pemasangan mesin parkir elektronik ini sebagai upaya untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor parkir. Pasalnya selama ini sering terjadi kebocoran, sehingga pendapatan daerah pada sektor parkir tidak terserap maksimal.

“TPE adalah titik awal untuk menuju Bandung Smart City” ujar Ridwan Kamil di jalan Braga Pendek, Bandung, Jumat (4/8). Mesin TPE bisa menerima pembayaran dari 4 uang elektronik terbitan bank, yaitu Brizzi dari BRI, E-Money dari Bank Mandiri, E-Money dari bjb, dan TapCash dari BNI, Sementara BCA (FLAZZ BCA), dan Bank Mega (Mega Cash) masih dalam tahap kesepakatan.

Masyarakat yang akan menggunakan mesin parkir ini perlu menyiapkan saldo di uang elektronik mereka untuk memudahkan pembayaran parkir sesuai kendaraan masing-masing. Jika belum memiliki kartu bayar elektronik, petugas parkir akan mengarahkan pengguna agar membeli uang elektronik terlebih dahulu. Kang Emil menghimbau agar masyarakat Bandung disiplin membayar biaya parkir melalui TPE. “Parkir ini adalah bisnis besar, selama ini banyak preman yang mengutip biaya parkir tanpa ijin resmi dari pemerintah. Agar biaya parkir dari masyarakat dapat dipergunakan untuk aspal, lampu, listrik, dan fasilitas umum lainnya, pastikan bayar di mesin TPE. Maka dana parkir tersebut akan sampai pada pembangunan yang diharapkan bersama”, ujar Kang Emil.

Pemerintah Kota Bandung mempercayakan Aino Indonesia sebagai penyedia payment device dan integrator uang elektronik di seluruh mesin parkir yang ada di Bandung. Aino Indonesia adalah perusahaan penyedia solusi pembayaran elektronik untuk sektor transportasi masal, layanan pemerintah, pariwisata, pendidikan, dan retail. Aino Indonesia juga merupakan vendor system integrator TPE yang sudah diterapkan terlebih dahulu di Jakarta dan Palembang.

Penggunaan mesin parkir juga bertujuan untuk untuk mengendalikan kepadatan lalu lintas di titik-titik parkir tertentu, harapannya lalu lintas menjadi kondusif, dan masyarakat banyak yang beralih menggunakan transportasi umum. Harapan Kang Emil agar masyarakat bandung menggunakan uang elektronik untuk pembayaran parkir tepi jalan, juga dilontarkan melalui sebuah pantun, “Ke Cipaku cuaca gelap dan mendung, berakhir hujan besar bikin panik. Jangan mengaku orang bandung, kalo parkirnya tidak bayar elektronik”.




Facebook
SOCIALICON